Thursday, March 05, 2009

Penjara Syaikh Puji

Lagi-lagi Syaikh Pujiono bikin geger berita di TV. Syaikh Puji membangun penjara untuk orang-orang yang melakukan nikah sirri. Dengan sombongnya dia menantang pemerintah untuk mengirimkan para calon tahanan yang melakukan nikah sirri ke penjara yang dibangunnya dalam berbagai jenis type (penjara dengan type VIP, standar?? kok mirip hotel ^=^).. untuk diurus, termasuk makannya
Bahkan dia menyebutkan siap untuk membangun penjara untuk para penikah sirri seluas 14 ha !! Hebat ! Tapi kurang tepat, saya fikir kalo memang dia mempunyai uang sebanyak itu, ya sudah, bangun saja pemukiman untuk kaum miskin dan dhuafa yang di Indonesia, kan lebih menjadi solusi untuk membantu Pemerintah dalam menangani kemiskinan, dan yang pasti lebih berpahala bukan??

Ibunafarras, Ang IV

(Lagi-lagi ) Masalah Ahmadiyyah

Dalam salah satu tayangan telewicara di TV ONE antara FUI dan Aliansi Umat Beragama hari kemarin,benar-benar seru. Pembicaraan yang saling memotong terjadi, sampai-sampai kita dipusingkan dengan suara yang sama-sama bernada tinggi.. Ya percakapan itu adalah tentang Ahmadiyyah.
FUI bersikeras memaksa Presiden untuk mengeluarkan Keppres tentang Pembubaran Ahmadiyyah, karena SKB 3 menteri yang sudah dikeluarkan sebelumnya dianggap melegalkan keberadaan Ahmadiyyah. Dan Aliansi Ummat Beragama yang mati-matian membela Ahmadiyyah yang katanya tidak 'menyakiti' agama lain (??)
Bagaimana dengan sikap pemerintah?? Padahal kan permintaan FUI tidak sulit, hanya minta untuk membubarkan Ahmadiyyah, dan kalaupun mereka ingin tetap ada, FUI pun telah menyarankan Ahmadiyyah untuk menjadi satu aliran, ya mungkin dengan nama yang sama pula, asal tidak membawa Islam, karena toh Ahmadiyyah jelas-jelas tidak berpedoman kepada Al-Quran dan Rasulullah SAW. Toh selama ini pun Islam tidak menyebutkan agama lain sebagai aliran sesat, karena memang tidak membawa nama Islam, dan berpedoman kepada kitab mereka dan nabi mereka bahkan Tuhan mereka masing. Jadi apa susahnya? bagaimana komentar anda??

Ibunafarras, Ang IV