Sunday, February 15, 2009

Medis vs Dukun Ponari

Jika kita lihat berita di televisi yang hampir dalam setiap tayangan tidak lepas dari berita sang dukun cilik Ponari. Ponari, bocah kelas III SD asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, yang dikenal sebagai seorang dukun yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, benar-benar menyita perhatian masyarakat, dan ketenarannya mengalahkan dokter terkenal sekalipun. Ironis memang.

Kasus kematian pasien di antrian pengobatan Dukun Ponari ini bukan sesuatu yang mampu menghilangkan semangat pasein-pasien Ponari dari antrian pengobatan. Berita kemarin dan hari ini di televisi adalah mengabarkan kejanggalan kelakuan para Ponari, diantaranya ada yang rela menghilangkan rasa jijik demi sebuah keajaiban. Yaa, keajaiban ! Beberapa orang diantara mereka ada yang mengusap-usap air comberan yang ada di sekitar rumah Ponari ketubuh mereka, katanya biar sehat ?! Ada lagi yang mengeruk-ngeruk tanah yang ada tepatdisamping bilik rumah Ponari, katanya untuk dicampur dengan pupuk yang akan disebarkan disawahnya.. Luar biasa!! Yaa, luar biasanya Ponari sampai banyak orang yang tersugesti dengan kehebatan dan keajaiban Ponari. Sampai-sampai akal sehat serta moral mereka sepertinya hilang entah kemana.. yaa, namanya juga demi keajaiban.

Ya, dan dari beberapa orang pasien yang diwawancara reporten televisi mengatakan bahwa, bukan hanya hebat dukun Ponari ini, namun juga karena ongkos berobat yang murah, cukup Rp 10.000,- atau seikhlasnya dan untuk semua penyakit. sementara para dokter menaripkan Rp 50.000,- dan itu pun belum obat yang harus ditebus di rumah sakit.. dan bagi masyarakat dengan ekonomi lemah tentu saja memandang hal ini bagaikan suatu kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

Namun bagaimanapun juga, hal ini harus dihentikan. Masyarakat harus disadarkan, karena mau tidak mau hal ini sangat berkaitan dengan syirik. Dan tentunya kita tidak mau jika saudara-saudara kita yang seiman ikut terbius dengan 'kehebatan' Ponari bukan? Naudzubillah min dzaalik !
Jadi, tentunya tidak hanya pemerintah yang harus menghentikan praktek Ponari, namun juga semua pihak, dan juga kita!! Ya, minimal melalui do'a, agar saudara-saudara kita diberi petunjuk kembali ke jalan yang benar...

By: Ibunafarras SSG IV

0 comments:

Post a Comment